Taman, 24 Februari 2025 – SMP Bahauddin Taman kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berbasis proyek melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kali ini, siswa kelas 9 menjadi sorotan utama dengan tema besar "Rekayasa dan Teknologi". Salah satu hasil inovatif yang berhasil mereka ciptakan adalah penyedot debu sederhana, sebuah proyek yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis tetapi juga memupuk jiwa kreativitas dan kolaborasi.
Kegiatan P5 ini dirancang untuk membantu siswa mengaplikasikan pengetahuan teoretis yang telah dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata. Dengan tema rekayasa dan teknologi, siswa diajak untuk berpikir kritis, berinovasi, serta memecahkan masalah sehari-hari menggunakan prinsip ilmiah dan teknologi sederhana. Proyek pembuatan penyedot debu sederhana menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menjawab tantangan dunia nyata.
Proses Pembuatan Penyedot Debu Sederhana
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk merancang dan membuat prototipe penyedot debu menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti botol plastik bekas, selang kecil, motor DC, baterai, dan kipas kecil. Proses ini dimulai dengan tahap perencanaan, di mana siswa harus mempelajari konsep dasar mekanika fluida, prinsip kerja motor listrik, serta cara mengoptimalkan aliran udara untuk menyedot debu.
Setelah melakukan riset singkat, siswa mulai merakit alat tersebut dengan bimbingan guru pembimbing. Meskipun terlihat sederhana, proyek ini menuntut ketelitian dan kerja sama tim. Beberapa kelompok bahkan menambahkan sentuhan inovatif, seperti filter tambahan dari kain bekas untuk meningkatkan efisiensi penyedotan.
“Awalnya kami sempat bingung bagaimana cara membuatnya, tapi setelah mencoba beberapa kali dan berkonsultasi dengan guru, akhirnya kami bisa menyelesaikan proyek ini. Rasanya senang sekali melihat hasilnya bisa bekerja!” ujar Ahmad Fauzan, salah satu siswa kelas 9 yang terlibat dalam proyek ini.
Manfaat Proyek bagi Siswa
Menurut Wakil Kepala Sekolah SMP Bahauddin Taman, Ibu Ratna Sari Dewi, S.Pd., kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan teknis siswa, tetapi juga untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, kreativitas, dan rasa tanggung jawab. “Melalui P5 ini, kami ingin siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan itu bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana menerapkannya untuk kebaikan bersama,” jelasnya.
Selain itu, proyek ini juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya pemanfaatan barang bekas untuk mengurangi limbah dan mendukung keberlanjutan lingkungan. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa teknologi tidak harus mahal atau rumit. Dengan sedikit kreativitas, kita bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari bahan-bahan sederhana,” tambah Ibu Uswatun, guru pembimbing proyek.
Fokus pada Kolaborasi Antar Siswa
Salah satu aspek unik dari kegiatan ini adalah bahwa seluruh proses dilakukan sepenuhnya oleh siswa tanpa melibatkan orang tua. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa siswa benar-benar terlibat secara aktif dalam setiap tahap proyek, mulai dari perencanaan hingga eksekusi.
“Kami ingin siswa merasakan pengalaman belajar mandiri dan kolaboratif. Dengan tidak melibatkan orang tua, siswa ditantang untuk berpikir kritis, bekerja sama dengan teman sebaya, dan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil akhir proyek mereka,” kata Ibu Ratna Dewi.
Meskipun tanpa dukungan langsung dari orang tua, para siswa tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka saling berbagi ide, memecahkan masalah teknis, dan belajar dari kesalahan selama proses pembuatan. Hasilnya, setiap kelompok berhasil menyelesaikan proyek mereka dengan baik.
Antusiasme Siswa
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka mengaku senang karena bisa belajar sambil bermain dan mengeksplorasi ide-ide baru. Banyak siswa yang merasa bangga karena berhasil menciptakan sesuatu yang bermanfaat hanya dengan menggunakan bahan-bahan sederhana.
“Awalnya saya pikir akan sulit, tapi ternyata seru banget! Kami belajar banyak hal baru, seperti cara kerja motor listrik dan bagaimana membuat alat yang benar-benar bisa digunakan,” kata Putri, salah satu siswi kelas 9.
Selain itu, kegiatan ini juga membantu siswa membangun hubungan yang lebih erat dengan teman sekelas. “Kami jadi lebih kompak karena harus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas. Setiap anggota kelompok punya peran penting, jadi kami belajar untuk saling menghargai,” tambah Rizky, siswa lainnya.
Harapan untuk Masa Depan
Ke depannya, SMP Bahauddin Taman berencana untuk terus mengembangkan kegiatan serupa dengan tema yang lebih beragam. Pihak sekolah juga berharap agar proyek-proyek ini dapat terus dilaksanakan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana siswa dapat menjadi agen perubahan di masa depan. Semoga melalui kegiatan seperti ini, siswa kami dapat tumbuh menjadi individu yang inovatif, peduli, dan berdaya saing,” tutup Ibu Ratna.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, SMP Bahauddin Taman membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui pendekatan yang kreatif dan aplikatif. Proyek penyedot debu sederhana ini hanyalah awal dari langkah besar menuju generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
[Penulis: Tim Redaksi Sekolah]